Di hari kedua sejak kapal selam KRI Nanggala (402) dinyatakan hilang, tak kurang dari 26 kapal telah dikerahkan dalam salah satu upaya pencarian dan penyelamatan terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. TNI-AL mengerahkan 21 unit kapal permukaan dan dua kapal selam – masih ditambah dengan tiga kapal penyelamat kapal selam, masing-masing dari Singapura, Malaysia dan India, serta dua kapal perang dari angkatan laut Australia – yang berlomba dengan waktu untuk menemukan KRI Nanggala dalam area pencarian 95 km Utara dari pulau Bali.
Selain kapal-kapal permukaan, sebanyak lima unit pesawat terbang dan sejumlah helikopter terus menerus melakukan penerbangan untuk berupaya melacak keberadaan KRI Nanggala dari udara. Terkonfirmasi juga bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan sebuah pesawat patroli maritim P-8 Poseidon mereka untuk membantu upaya tersebut.
Lewat konferensi pers di Bali hari Kamis (22/4), kepala staf TNI-AL Laksamana Yudo Margono mengatakan bahwa kapal selam yang hilang ini hanya memiliki suplai oksigen untuk 53 orang awaknya selama 72 jam – yang dikhawatirkan akan habis pada hari Sabtu besok.
Pada kesempatan yang sama, panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa tim pencari dan penyelamat di lokasi telah mendeteksi keberadaan objek magnetis di kedalaman antara 50 hingga 100 meter. Kedatangan KRI Rigel (933) – kapal TNI-AL yang dilengkapi perlengkapan pendeteksian mutakhir – di lokasi pada Jumat sore ini diharapkan akan mampu membantu dalam proses pengenalan dan pengangkatan objek tersebut.
KRI Nanggala (402) adalah kapal selam Type-209/1300 TNI-AL yang dibuat di tahun 1978 di Jerman. Kapal selam ini masuk kedinasan TNI-AL di tahun 1981 dan bertugas bersama KRI Cakra (401) hingga kini. Kedua kapal selam tersebut telah beberapa kali menjalani proses perawatan menyeluruh serta pemutakhiran – yang terakhir dilakukan tahun 2012 di Korea Selatan.
Berita terkait:
Kapal Selam TNI-AL KRI Nanggala Hilang Kontak Di Laut Bali
Headquartered in Singapore with reporters spread across all major regions, GBP Aerospace & Defence is a leading media house that publishes three publications that serve the aerospace and defence sector - Asian Defence Technology, Asian Airlines & Aerospace and Daily News. Known industry-wide for quality journalism, GBP Aerospace & Defence is present at more international tradeshows and exhibitions than any other competing publication in the region.
For over three decades, our award-winning team of reporters has been producing top-notch content to help readers stay abreast of the latest developements in the field of commercial aviation, MRO, defence, and Space.
Copyright 2026. GBP. All Rights Reserved.