Angkatan Laut Kerajaan Thailand (Royal Thai Navy/RTN) tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi fregat kedua dari Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) Korea Selatan. Kapal kedua ini kemungkinan besar dari kelas yang sama dengan fregat sebelumnya yang ditugaskan pada 2019.
Hal ini salah satu hasil pertemuan antara Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Wook dengan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha di Bangkok antara 19-21 Desember lalu. Dalam pertemuan itu, Perdana Menteri Thailand yang juga merangkap sebagai Menteri Pertahanan Thailand telah menyatakan bahwa negaranya ingin memperluas kerja sama industri senjata dengan Korea Selatan.
“Thailand bersedia memperluas kerja sama pertahanan dengan Korea Selatan secara omnidirectional segera setelah tren COVID-19 menjadi lebih baik. Kami ingin berkoordinasi dengan Korea Selatan untuk kerja sama terperinci dengan Kementerian Pertahanan Korea dan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA).” ujarnya.
Menteri Pertahanan Korea Selatan mengutip proyek fregat yang diperoleh RTN dari Korea Selatan. Pada tahun 2013, RTN memesan fregat dari DSME yang telah resmi bertugas sebagai HTMS Bhumibol Adulyadej (FFG 471) sejak Januari 2019.
HTMS Bhumibol Adulyadej (FFG 471) dikembangkan berdasarkan kapal perusak kelas Gwanggaeto the Great milik AL Korsel. Fregat berbobot 3.700 ton ini berbeda dari aslinya karena sudah menerapkan beberapa teknologi pengurangan sinyal balik radar dalam konstruksinya.
Dengan panjang 124 meter, lebar 14,4 meter dan draft 8 meter, HTMS Bhumibol Adulyadej (FFG 471) ditenagai dengan dua mesin diesel berkekuatan 8.000 tk dan mesin turbin gas dengan daya 29.000 tk sehingga mampu mencapai kecepatan maksimum lebih dari 33 knot serta jarak jangkau lebih dari 4.000 mil laut (7.408 km) dengan kecepatan jelajah 18 knot.
Dipersenjatai dengan satu meriam OTO Melara kaliber 76 mm serta satu Close In Weapon System (CIWS) Phalanx Mk.15 kaliber 20 mm, fregat ini juga dipersenjatai dengan sepasang peluncur untuk delapan rudal anti-kapal Harpoon RGM-84L Block II, dua peluncur torpedo ringan Mark 54, serta peluncur vertikal delapan sel untuk kombinasi rudal anti-pesawat RIM-162 dan rudal anti-kapal selam RUM-139 VL-ASROC.
Kontrak untuk pengadaan fregat baru ini diharapkan akan ditandatangani tahun ini.
Berita terkait:
RTN to Get Multipurpose Frigate Next June
Headquartered in Singapore with reporters spread across all major regions, GBP Aerospace & Defence is a leading media house that publishes three publications that serve the aerospace and defence sector - Asian Defence Technology, Asian Airlines & Aerospace and Daily News. Known industry-wide for quality journalism, GBP Aerospace & Defence is present at more international tradeshows and exhibitions than any other competing publication in the region.
For over three decades, our award-winning team of reporters has been producing top-notch content to help readers stay abreast of the latest developements in the field of commercial aviation, MRO, defence, and Space.
Copyright 2026. GBP. All Rights Reserved.