Pelita Air dan TransNusa diproyeksikan akan mengambil alih sebagian besar atau seluruh 97 rute domestik dan internasional yang dilepas Garuda Indonesia setelah perusahaan itu terpaksa mengurangi rutenya dari 237 menjadi 140.
Hal ini adalah akibat dari kasus-kasus mismanajemen dan korupsi di maskapai penerbangan nasional Indonesia itu yang oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, telah dinyatakan “bangkrut secara teknis” dalam rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) awal bulan ini (9/11).
Saat ini Garuda Indonesia memiliki aset sebesar US$6,92 miliar dengan liabilitas mencapai US$9,42 miliar. Selain itu, sejumlah dewan direksi Garuda juga terlibat dalam kasus-kasus penyelundupan yang marak tahun lalu termasuk keterlibatan mereka dalam kompleksitas armada pesawat yang berakibat membengkaknya biaya perawatan yang harus ditanggung oleh perusahaan pelat merah ini.
Untuk tetap bertahan, Garuda Indonesia telah berusaha mengurangi armadanya dari 142 menjadi 50-60 pesawat dan dari 13 jenis pesawat menjadi 7. Namun, hal itu belum cukup karena perusahaan ini masih memiliki beberapa tuntutan hukum dari dalam dan luar negeri, dimana yang terakhir telah dijadwalkan untuk maju ke meja hijau pada tanggal 2 Desember ini.
Pelita Air Service (PAS) didirikan pada tahun 1963 sebagai anak perusahaan Pertamina. Pada tahun 1981 perusahaan menjadi independen dan telah melayani rute komersial antara tahun 2000 hingga 2005 sebelum beralih fokus pada layanan carteran. Armadanya saat ini terdiri dari enam pesawat (satu jet Avro RJ85, satu ATR 42-500, dan empat turboprop ATR 72-500). Oktober lalu telah dilaporkan bahwa Pelita Air telah memesan dua belas pesawat Airbus A320 sebagai persiapan untuk memperluas layanannya.
TransNusa adalah maskapai penerbangan domestik Indonesia yang melayani wilayah timur Nusantara. Didirikan pada tahun 2005, perusahaan ini sebelumnya menawarkan lebih dari 28 rute domestik dan satu rute internasional ke Timor Leste sebelum mengalihkan fokusnya ke penerbangan sewaan pada tahun 2020 karena pandemi. Dengan armada satu ATR 42-500 dan tujuh turboprop ATR72-600, TransNusa baru-baru ini juga dikabarkan telah memesan 50 pesawat Airbus A320neo .
Berita terkait:
Garuda Indonesia Hindari Gugatan Kepailitan, Fokus Ke Domestik
Headquartered in Singapore with reporters spread across all major regions, GBP Aerospace & Defence is a leading media house that publishes three publications that serve the aerospace and defence sector - Asian Defence Technology, Asian Airlines & Aerospace and Daily News. Known industry-wide for quality journalism, GBP Aerospace & Defence is present at more international tradeshows and exhibitions than any other competing publication in the region.
For over three decades, our award-winning team of reporters has been producing top-notch content to help readers stay abreast of the latest developements in the field of commercial aviation, MRO, defence, and Space.
Copyright 2026. GBP. All Rights Reserved.