TNI Angkatan Udara (TNI-AU) akan menerima enam jet tempur Rafale dari Prancis pada 2026, menurut Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono di Jakarta, Senin (3/2). Pengiriman perdana jet tempur buatan Prancis tersebut akan dilakukan dalam dua fase, dengan tiga pesawat pertama tiba antara Februari dan Maret, diikuti oleh tiga pesawat berikut dalam tiga bulan kemudian.
Harjono menyatakan bahwa jet tempur Rafale ini akan ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau. Ia menjelaskan bahwa Pekanbaru dipilih sebagai pangkalan utama karena fasilitas canggih yang ada, termasuk gedung simulator dan “hanggar pintar,” yang sangat penting untuk mengoperasikan jet tempur modern.
Di sisi lain, sejumlah pengamat pertahanan Indonesia juga mencatat bahwa Lanud Supadio di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, juga direncanakan untuk menerima jet tempur Rafale. Pemilihan Pekanbaru dan Pontianak ini kemungkinan disebabkan oleh kedekatan mereka dengan Selat Malaka dan Kepulauan Natuna di Laut Natuna Utara. Kepulauan Natuna memiliki kepentingan strategis sebagai wilayah terdekat Indonesia dengan area maritim yang menjadi sengketa antara beberapa negara Asia Tenggara dan China.
Untuk mendukung penempatan tersebut, TNI-AU sedang mempersiapkan infrastruktur dan personel yang diperlukan. Harjono mencatat bahwa fasilitas penerbangan di Pekanbaru kini tengah diperbarui, sistem logistik sedang dikembangkan, dan perangkat lunak yang dibutuhkan juga telah dipersiapkan. Ia menambahkan bahwa pemilihan pilot untuk pelatihan Rafale akan didasarkan pada pengalaman mereka dengan armada yang ada di TNI-AU.
Indonesia memesan 42 jet tempur Rafale dari Dassault Aviation di tahun 2022 sebagai bagian dari kesepakatan senilai $8,1 miliar untuk memodernisasi dan memperkuat TNI Angkatan Udara.
Selain Rafale, sebuah pesawat angkut Airbus A400 diharapkan akan tiba pada November tahun ini dan akan ditempatkan di bawah Skadron 31 di Lanud Halim Perdanakusuma. Lebih jauh, satu pesawat A400 lainnya juga diharapkan menyusul datang di 2026.
Harjono juga menyebutkan bahwa pembangunan hanggar khusus untuk pesawat tersebut kini sedang dipertimbangkan tergantung pada ketersediaan anggaran, khususnya mengingat pesawat angkut militer tersebut memiliki ukuran yang cukup besar.
Headquartered in Singapore with reporters spread across all major regions, GBP Aerospace & Defence is a leading media house that publishes three publications that serve the aerospace and defence sector - Asian Defence Technology, Asian Airlines & Aerospace and Daily News. Known industry-wide for quality journalism, GBP Aerospace & Defence is present at more international tradeshows and exhibitions than any other competing publication in the region.
For over three decades, our award-winning team of reporters has been producing top-notch content to help readers stay abreast of the latest developements in the field of commercial aviation, MRO, defence, and Space.
Copyright 2026. GBP. All Rights Reserved.