Foto: PT PAL via Lembaga Keris
PT PAL Indonesia meluncurkan Fregat Merah Putih (FMP) pertama, KRI Balaputradewa (322), di galangan Surabaya pada Kamis malam (18/12). Kapal ini merupakan unit pertama dari kelas Balaputradewa, desain yang dibangun di dalam negeri dan diturunkan dari fregat Arrowhead 140 rancangan Babcock, yang dikembangkan dari desain fregat kelas Iver Huitfeldt milik Angkatan Laut Denmark.
Program ini berawal dari perjanjian lisensi yang ditandatangani pada September 2021 antara Babcock dan PT PAL, yang memungkinkan Indonesia membangun fregat berbasis Arrowhead 140 secara domestik untuk TNI Angkatan Laut. KRI Balaputradewa menjalani peletakan lunas pada 25 Agustus 2023. Unit kedua dari kelas ini saat ini masih dalam tahap pembangunan di fasilitas PT PAL di Surabaya.
Fregat ini memiliki panjang keseluruhan 138,7 m dengan bobot penuh sekitar 5.700 ton. Kapal dirancang untuk dioperasikan oleh awak inti sekitar 100 personel, dengan kapasitas maksimum hingga 160 personel. Selain itu, kapal kelas ini juga disiapkan untuk mengoperasikan satu helikopter berukuran menengah. Sistem propulsi menggunakan konfigurasi ‘Combined Diesel and Diesel’ (CODAD), yang memungkinkan kecepatan maksimum sekitar 28 knot, daya tahan operasi hingga 21 hari, serta jangkauan pelayaran sekitar 9.000 mil laut pada kecepatan 18 knot.
Pada saat peluncuran, KRI Balaputradewa masih berada dalam konfigurasi fitted for but not with (FFBNW), khususnya terkait persenjataan. Kapal ini telah dibangun dengan kesiapan struktur, antarmuka, dan integrasi sistem yang diperlukan, namun sejumlah sistem senjata akan dipasang pada tahap selanjutnya. Sistem tempur direncanakan berpusat pada combat management system ADVENT dari HAVELSAN, yang didukung oleh berbagai sensor ASELSAN, termasuk radar CENK 400-N, MAR-D, dan METE HAN, serta sonar lambung FERSAH.
Pertahanan udara direncanakan menggunakan sistem peluncur vertikal MİDLAS 64 sel buatan ROKETSAN untuk rudal permukaan-ke-udara jarak menengah HISAR dan jarak jauh SIPER, sementara kemampuan serangan permukaan akan mengandalkan rudal anti-kapal Atmaca. Persenjataan lain yang direncanakan mencakup dua meriam OTO Melara 76/62 Super Rapid yang dipasang secara tandem di haluan, sistem senjata jarak dekat Rheinmetall Millennium Gun kaliber 35 mm, remote weapon station Leonardo LIONFISH 12,7 mm, serta dua peluncur torpedo B515/3 triple kaliber 324 mm untuk peperangan anti-kapal selam.
Setelah menyelesaikan tahap fitting-out serta rangkaian uji pelabuhan dan uji laut, KRI Balaputradewa diproyeksikan mencapai kesiapan operasional penuh pada 2028. Pada periode yang sama, Indonesia juga menargetkan telah meluncurkan, melengkapi, dan memulai pengujian terhadap fregat kedua kelas Balaputradewa, bersamaan dengan sejumlah kapal perang lain yang saat ini tengah dibangun atau berada dalam proses pengadaan sebagai bagian dari upaya modernisasi TNI Angkatan Laut.
Headquartered in Singapore with reporters spread across all major regions, GBP Aerospace & Defence is a leading media house that publishes three publications that serve the aerospace and defence sector - Asian Defence Technology, Asian Airlines & Aerospace and Daily News. Known industry-wide for quality journalism, GBP Aerospace & Defence is present at more international tradeshows and exhibitions than any other competing publication in the region.
For over three decades, our award-winning team of reporters has been producing top-notch content to help readers stay abreast of the latest developements in the field of commercial aviation, MRO, defence, and Space.
Copyright 2024. GBP. All Rights Reserved.