Setelah tertunda bertahun-tahun, proyek pengadaan kapal selam S26T untuk Angkatan Laut Thailand akhirnya mendapat persetujuan resmi Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Dalam Negeri Phumtham Wechayachai untuk dilanjutkan. Hal ini sekaligus membuka jalan bagi pembahasan mengenai proyek tersebut di tingkat kabinet.
Phumtham, yang sebelumnya menjabat sementara di Kementerian Pertahanan sebelum berpindah ke Kementerian Dalam Negeri negara gajah putih itu, menandatangani persetujuan terhadap proposal Angkatan Laut Kerajaan Thailand pada 30 Juni. Kesepakatan pembelian kapal selam ini selanjutnya akan diajukan ke kabinet untuk mendapatkan persetujuan akhir.
Perjanjian pembelian satu unit kapal selam Yuan-class S26T tersebut pertama kali ditandatangani pada 2017 antara Thailand dan China Shipbuilding & Offshore International Co. Walaupun awalnya direncanakan untuk dikirimkan di tahun 2024, proyek senilai 12,4 miliar baht ini mengalami penundaan signifikan karena terhambat masalah pengadaan mesin diesel buatan Jerman.
Desain awal kapal selam S26T ini mencakup mesin diesel MTU 16V396 SE84 buatan Jerman yang dipadukan dengan sistem propulsi udara independen (AIP) tipe Stirling. Namun, Jerman menolak mengekspor mesin tersebut karena embargo senjata dari Uni Eropa terhadap Tiongkok. Akibatnya, Angkatan Laut Thailand memilih menggunakan mesin diesel CHD620 buatan Tiongkok sebagai pengganti.
Keputusan untuk mengganti jenis mesin ini menjadi bahan perdebatan yang berkelanjutan. Mesin CHD620 belum pernah digunakan oleh angkatan laut mana pun, termasuk Angkatan Laut Tiongkok sendiri, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keandalannya dalam operasi. Meskipun demikian, beberapa pejabat tinggi Angkatan Laut Thailand menyatakan dukungan terhadap langkah ini sebagai cara untuk mengatasi kebuntuan dalam proyek tersebut.
Kapal selam S26T memiliki bobot sekitar 2.600 ton saat mengapung dan sekitar 3.600 ton saat menyelam. Panjangnya mencapai 77,7 meter dengan lebar (beam) 8,4 meter dan sarat air (draught) 5,5 meter. Ditenagai oleh mesin baru buatan Tiongkok, kapal ini diperkirakan mampu menghasilkan daya total sebesar 6.092 tenaga kuda, dengan kecepatan maksimum 16 knot di permukaan dan 23 knot saat menyelam.
Secara operasional, S26T memiliki jangkauan hingga 8.000 mil laut pada kecepatan jelajah dan daya tahan menyelam hingga 20 hari. Kapal ini dirancang untuk beroperasi hingga kedalaman 300 meter dan diawaki oleh 38 personel.
Sistem persenjataan kapal selam ini mencakup enam tabung torpedo kaliber 533 mm yang mampu meluncurkan berbagai jenis torpedo, rudal anti-kapal Yingji-82 (C-802), serta membawa hingga 30 ranjau laut. Perangkat sensornya meliputi radar Type 359, sistem sonar H/SQG-4 dan H/SQC-207, serta perlengkapan peperangan elektronik dan komunikasi canggih lainnya.
Headquartered in Singapore with reporters spread across all major regions, GBP Aerospace & Defence is a leading media house that publishes three publications that serve the aerospace and defence sector - Asian Defence Technology, Asian Airlines & Aerospace and Daily News. Known industry-wide for quality journalism, GBP Aerospace & Defence is present at more international tradeshows and exhibitions than any other competing publication in the region.
For over three decades, our award-winning team of reporters has been producing top-notch content to help readers stay abreast of the latest developements in the field of commercial aviation, MRO, defence, and Space.
Copyright 2024. GBP. All Rights Reserved.