Maintenance Repair & Overhaul Air Cargo

Home - Regional Stories - Indonesian

Yonkav 13 TNI-AD Resmi Terima 9 Tank Harimau

Indonesian Yulian Ardiansyah - : Mar 21, 2024 - : 6:50 pm

Batalyon Kavaleri 13 (Yonkav 13) TNI Angkatan Darat secara resmi telah menerima sembilan unit tank Harimau, hari Selasa (19/3). Tank-tank yang dikirim di awal bulan ini ke markas satuan tersebut di Tenggarong, provinsi Kalimantan Timur, akan memainkan peran penting dalam menjaga Nusantara, Ibu kota baru Indonesia yang akan diresmikan pada bulan Agustus depan.

Tank Harimau merupakan produk kerjasama PT. PINDAD dan perusahaan pertahanan Turki FNSS. Sebagai bagian dari pengiriman awal 18 unit yang dikirimkan FNSS ke Indonesia pada Maret 2022, sembilan tank tersebut menjalani fitting turret Cockerill 3105 di fasilitas perakitan milik PT. PINDAD. Setelah itu, pengujian dan penyesuaian yang ketat dilakukan untuk menyesuaikan tank dengan kebutuhan spesifik Angkatan Darat Indonesia.

Diserahkan secara resmi dari Kementerian Pertahanan RI (Kementerian Pertahanan RI / Kemhan) pada tanggal 28 Februari 2024, tank-tank Harimau itu kini menggantikan tank AMX-13 buatan Perancis yang sudah tua dan telah bertugas di Batalyon Kavaleri ke-13 selama hampir tiga dekade.

Selain meningkatkan kekuatan Batalyon Kavaleri ke-13, terdapat rencana untuk menambah jumlah tank Harimau dan Tank Tempur Utama (MBT) untuk melengkapi berbagai Batalyon Kavaleri lainnya. Meskipun sejumlah dari tank ini ditengarai akan ditempatkan di provinsi Kalimantan Timur, rincian spesifik mengenai rencana ini masih belum diumumkan.

Dengan nama proyek Modern Medium Weight Tank (MMWT) pada tahap awal pengembangannya di tahun 2015, proyek ini bertujuan untuk mengembangkan kendaraan lapis baja bersenjatakan meriam 105 mm dengan ukuran kompak dan bobot lebih ringan dibandingkan MBT agar lebih sesuai dengan medan di Indonesia.

Setiap tank Harimau berukuran panjang sekitar 6,9 meter (9 m termasuk meriam), lebar 3,3 meter, dan tinggi 2,45 meter. Diawaki oleh tiga personel – seorang komandan, seorang pengemudi, dan seorang penembak – tank yang berbobot sekitar 35 ton ini ditenagai dengan mesin diesel Caterpillar C13 yang menghasilkan tenaga 711 hp, memungkinkannya mencapai kecepatan maksimum sekitar 78 km/jam di jalan beraspal atau sekitar 70 km/jam di luar jalan raya.

Dilengkapi dengan turret Cockerill 3105, meriam bertekanan tinggi 105 mm standarnya memiliki elevasi minimum sepuluh derajat dan elevasi maksimum 42 derajat. Selain amunisi standar NATO 105 mm, senjata ini juga dapat meluncurkan rudal anti-armor Falarick dengan jangkauan efektif maksimum lebih dari 4 km.

Tank Harimau memiliki peringkat perlindungan standar STANAG 4569 level 4, yang dapat ditingkatkan dengan lapis baja tambahan modular untuk meningkatkan peringkat perlindungannya ke level 5. Artinya, dengan lapis baja tambahan tersebut, tank ini mampu menahan proyektil penembus lapis baja kaliber 25 mm yang ditembakkan dari jarak 500 meter, ledakan peluru artileri 155 mm dari jarak 25 meter, dan ledakan ranjau anti-tank seberat 10 kg di bawah lambungnya.

MORE NEWS
gbp-logo

Headquartered in Singapore with reporters spread across all major regions, GBP Aerospace & Defence is a leading media house that publishes three publications that serve the aerospace and defence sector - Asian Defence Technology, Asian Airlines & Aerospace and Daily News. Known industry-wide for quality journalism, GBP Aerospace & Defence is present at more international tradeshows and exhibitions than any other competing publication in the region.
For over three decades, our award-winning team of reporters has been producing top-notch content to help readers stay abreast of the latest developements in the field of commercial aviation, MRO, defence, and Space.

Popular Posts

Copyright 2026. GBP. All Rights Reserved.

Home Defence & Security Space Commercial Aviation Maintence Repair & Overhaul Daily News Events About Us